Newbie Belajar Akuntansi


Monday, May 12, 2014

Belajar Membuat Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank


Belajar Membuat Rekonsiliasi Bank – Rekonsiliasi Bank, hal ini pasti sudah makanan rutin bagi para kasir atau penanggung jawab kas. Apa itu rekonsiliasi? Secara sederhana, Rekonsiliasi Bank adalah proses membandingkan atau crosscheck antara catatan Kas Bank menurut buku Perusahaan dan saldo menurut Bank, dalam hal ini Rekening Koran.

Buku Kas Bank Perusahaan adalah catatan atas mutasi saldo Kas Bank yang dilakukan oleh perusahaan, entah itu dibuat secara manual atau dengan sistem. Sedangkan Rekening Koran adalah record mutasi yang tercatat oleh Bank.

Pada saat tutup buku, katakanlah akhir bulan, tentu saja sangat mungkin terdapat perbedaan saldo antar pembukuan Perusahaan dan pembukuan Bank. Atas hal inilah dilakukan Rekonsiliasi Bank.

Langsung saja kita memahami dengan ilustrasi kasus dengan angka yang sederhana supaya lebih mudah diikuti.

Kasus:
Pada tanggal 28 Februari 2014, PT ABC melakukan tutup buku, pada saat PT ABC menerima Rekening Koran dari Bank BRI, saldo akhir yang tercatat oleh Bank BRI adalah sebesar 31.000.000. Sementara pembukuan Perusahaan menunjukkan nilai  40.750.000.

Dalam hal ini, pertama-tama yang harus dilakukan adalah memeriksa biaya-biaya yang biasanya dilakukan otomatis oleh Bank, misalnya Bea meterai, Pajak, Pendapatan Jasa Giro, dsb. Dalam contoh kasu diatas ditemukan biaya-biaya dan pendapatan yang auto-debet/kredit oleh Bank (tanpa konfirmasi kepada Perusahaan):
  • Bea Meterai: 150.000
  • Pajak Bunga: 50.000
  • Pendapatan Jasa Giro: 250.000
  • Biaya Admin: 100.000
Untuk hal ini Perusahaan biasanya belum melakukan penjurnalan, sehingga perlu melakukan jurnal.
Beban Bea Meterai   [D] 150.000
Beban Admin Bank [D] 100.000
Kas Bank – BRI [K] 250.000


Kas Bank – BRI[D] 200.000
Beban Pajak[D]   50.000
Pendapatan Jas Giro[K] 250.000

Dengan jurnal-jurnal diatas maka Saldo Kas Bank menurut Perusahaan menjadi 40.700.000 (40.750.000 - 250.000 + 200.000 = 40.700.000). Masih ada selisih sebesar 9.700.000 dengan saldo Rekening Koran (40.700.000 - 31.000.000 = 9.700.000).

Ditahap ini dibuatlah Rekonsiliasi Bank. Penyebab utama atas selisih ini biasanya adalah:
  1. Rekening masih dalam perjalanan / belum disetor: Cek/Giro yang atas pembayaran oleh customer yang sudah diterima perusahaan belum disetor atau belum di kliring pada saat tutup buku.
  2. Cek/Giro masih beredar: Pembayaran Cek/Giro kepada vendor/supplier yang belum dicairkan atau belum dikliring.  

Dari contoh kasus diatas ditemukan bahwa ada beberapa Rekening Dalam Perjalanan dan Cek Beredar sebagai berikut :

Rekening Dalam Perjalanan
2-678-AD             27/02/2014         700.000
2-699-VV             28/02/2014         6.500.000
2-988-GA             28/02/2014         12.000.000
2-990-GA             28/02/2014         5.500.000
TOTAL : 24.700.00

Cek Beredar
10400    28/02/2014         7.000.000
10414    28/02/2014         5.000.000
11000    28/02/2014         3.000.000
TOTAL : 15.000.000

Atas Rekening Dalam Perjalanan dan Cek Beredar tersebut diatas apakah perlu dilakukan penjurnalan? Jawabnya adalah TIDAK. Karena hal tersebut hanyalah perbedaan temporer, hanya perlu dibuatkan Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank.




Belajar Membuat Rekonsiliasi Bank Rating: 4.5 Diposkan Oleh: dws

2 comments:

  1. Terimakasih ilmunya :)
    tapi mungkin kalo sampai ada tanggal 31 februari aga kelebihan kaka :D

    ReplyDelete